NEWSPAPER AND MAGAZINE

Surat kabar mulai dihasilkan semenjak ditemukannya mesin cetak oleh Johanes Gutenberg pada pertengahan 1400-an. Koran atau yang biasa disebut sebagai surat kabar ini merupakan salah satu media cetak yang sering digunakan oleh setiap individu dalam memperoleh berbagai informasi baik didalam negeri maupun diluar negeri. Pengertian Koran dari bahasa belanda yaitu Krant, dari bahasa perancis courant. Koran atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudang dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut sebagai kertas Koran. Koran berisi berita-berita terkini yang dimuat dalam berbagai topik. Topic yang dimuat bisa berupa even poitik, kriminalisasi, olahraga, tajuk rencana, cuaca, ekonomi, iklan, lowongan, dll. Selain itu surat kabar juga bisa berisi komik, TTS dan hiburan lainnya. Sedangkan pemilik pada surat kabar biasa disebut sebagai sang penerbit dan orang yang bertanggung jawab atas isi dari surat kabar disebut sebagai editor.

Pada umumnya surat kabar terbit setiap hari terkecuali hari-hari libur. Selain itu juga ada surat kabar mingguan, biasanya lebih kecil dan kurang prestisius dibandingkan dengan surat kabar yang terbit harian (lebih bersifat hiburan). Pada dasarnya jumlah kopi surat kabar yang dijual setiap harinya disebut sebagai oplah, oplah disini digunakan untuk mengatur harga periklanan yang nantinya akan dimuat pada surat kabar tersebut. Salah satu surat kabar yang setidaknya mempunyai satu surat kabar nasional, dimana surat kabar tersebut terbit di seluruh bagian Negara. Contoh di Negara Indonesia adalah KOMPAS.

Kompas merupakan surat kabar yang berdiri sejak pada tanggal 28 Juni 1965, berkantor di Jakarta Pusat dengan tiras 4.800 eksemplar. Kompas adalah bagian dari Kelompok Kompas Gramedia dan satu-satunya Koran di Indonesia yang diaudit oleh Audit Bureau of Circulations (ABC). Seperti halnya surat kabar yang lain, harian kompas juga dibagi ayas tiga halaman bagian, yaitu bagian yang memuat berita nasional dan internasional (depan), bagian berita bisnis dan keuangan serta bagian olahraga.

Semakin lama perkembangan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan adanya perkembangan teknologi seperti komputer serta internet, memungkinkan pencetakan surat kabar secara simultan di beberapa tempat sehingga peredarannya pun dapat lebih cepat. Hal ini disebut sebagai teknologi cetak jarak jauh. Dulu bagi peminat surat kabar tidak bisa mengkonsumsi informasi lebih awal. Beda halnya dengan zaman sekarang, redaksi kompas di Jakarta mengirim semua layout surat kabarnya pada perusahaan diluar Pulau Jawa. Dimaksudnya agar surat kabar tersebut dapat dicetak secara langsung dan dapat didistribusikan ke para pembacanya secara langsung pula.

Tidak hanya itu zaman sekarang surat kabar juga dapat dikonsumsi melalui media yang lain seperti media cetak online. Untuk kompas, kita dapat memperoleh berita-beritanya melalui website http://www.kompas.com. Para peminat kompas lebih dimudahkan karena melalui website tersebut, mereka dapat mengkonsumsi berita dimana saja dan kapan saja dengan mudah.

Selain surat kabar, majalah juga merupakan media cetak yang sering dikonsumsi oleh setiap individu dalam memperoleh informasi. Pada tahun 1700-an, majalah diterbitkan secara berkala di inggris. Hal itu merupakan kekuatan tumbuh parlemen yang diperbolehkan bagi publik dalam beragumen. Beberapa majalah tentang politik dan sastra disajikan oleh penulis terkenal pada saat itu. Tentu saja majalah-majalah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang mampu atau kaya di Inggris seperti para pedagang dan pemilik perkebunan. Beda halnya dengan orang-orang yang buta huruf atau miskin, mereka cenderung tidak mampu untuk membeli majalah tersebut.

Majalah pertama kali muncul di Philadelphia pada tahun 1741. Bejamin Franklin merupakan salah satu tokoh yang mencoba tangannya dalam penerbitan berkala. Tetapi penerbitan dari majalah sempat mengalami kemerosotan (menghilang) pada perang revolusi. Tetapi setelah pembentukan di Amerika Serikat, omset dari penerbitan majalan mengalami peningkatan secara berkala. Tetapi kemerosotan omset biasanya terjadi karena keterbatasan mereka yang buta huruf dan teknik produksi yang mahal serta dalam biaya transportasi. Tepat pada tahun 1825 sekitar seratus majalah telah berhasil diterbitkan. Tapi apabila kita lihat dari sisi editor dan penulis di Amerika pada saat itu, dari mereka ada yang mendapat kompensasi yang sangat kecil bahkan ada yang tidak dibayar sama sekali. Semua itu harus diterima mereka dengan lapang dada.

Dari masa ke masa, perkembangan majalah terus mengalami peningkatan. Kini majalah tidak ha

nya dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang kaya saja. Hal itu dilihat dari harga dari majalah yang relative sudah cukup seimbang (tergantung dari jenis majalahnya). Majalah berasal dari bahasa perancis yang artinya gudang. Dimana majalah tersebut berisi koleksi bahan seperti cerita pendek, puisi dan item lainnya. Dalam memuat berita, para editor menyesuaikan isi dari majalah dengan minat dari audiencenya. Sehingga majalah pun disesuaikan dengan audiencenya, misalnya ada majalah untuk anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa. Tema yang disajikan pun beranekaragam, ada yang mengenai dunia fashion, politik dan lain-lain.

Majalah merupakan penerbitan berkala yang berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi. Biasanya majalah diterbit secara mingguan, dua mingguan atau bulanan. Isi yang dimuat dalam majalah biasanya mengenai topic yang sedang popular pada saat itu. Penulisannya pun lebih menarik dan menggunakan bahasa yang mudah. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat umum dapat memahami isi dari majalah tersebut dengan baik. Publikasi akademis yang menulis artikel pada ilmu biasa disebut sebagai jurnal.

Dengan adanya media cetak seperti surat kabar atau koran dan majalah, pemilihan dari masyarakat masih tergantung dari kebutuhan mereka masing-masing. Ada individu yang lebih memilih untuk mengkonsumsi koran karena harganya yang relative lebih murah dan berita yang disajikan pun lengkap. Berbeda dengan individu yang lebih memiliih untuk mengkonsumsi berita dengan diimbangi dengan penulisan bahasa yang lebih menarik, penuh dengan gambar-gambar atau dianggap lebih menghibur. Semua media cetak yang ada pastinya diseimbangi dengan kebutuhan para audiencenya. Sehingga penyampaian inti dari berita yang disajikan dapat langsung diterima dengan baik oleh audience. Dengan itu guna dari media cetak tersebut dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

Referensi :

Buku media today, Joseph Turow

http://id.wikipedia.org/wiki/Kompas_(surat_kabar)

http://id.wikipedia.org/wiki/Koran

http://id.wikipedia.org/wiki/Majalah