KREATIVITAS MEDIA INDUSTRI

Dimulai tepat pada tahun 1977 terdapat sebuah film yang sangat fenomenal dan spektakuler yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan masyarakat di seluruh dunia yang berjudul Star Wars. Star wars merupakan sebuah film fiksi ilmiah di Amerika Serikat yang memiliki beberapa penulis dan sutradara yang berbeda. Awalnya lokasi film ini berada di sebuah garasi yang di desain sedemikian rupa sehingga seperti berada di dunia antariksa dan pemilihan untuk karakter pada setiap tokoh-tokohnya pun sangat menarik. Film ini terdiri dari enam film namun perilisan setiap serinya tidak berurutan. Tidak disangka tepat pada tahun 2005, film Star Wars sudah berakhir dan tidak ada kelanjutannya lagi.

Tidak hanya menghasilkan enam produksi film, industri media ini juga menghasilkan games, serial di televisi bahkan buku-buku dan masih banyak lagi. Dapat dilihat bahwa film tersebut sangat meledak di pasaran. Tidak hanya kalangan anak-anak tetapi pada kalangan orang dewasa pun turut menyukai film ini. Semua itu dikarenakan Star Wars merupakan film yang menggunakan teknologi yang canggih pada masanya. Itu membuat para peminat film tersebut menjadi tercengang dan sangat tertarik dalam setiap penayangannya. Tidak hanya memberi kepuasan bagi para peminatnya saja tetapi juga sangat memberi keuntungan bagi para industri media, sehingga pada masa itu secara komersial Star Wars disebut sebagai film yang tersukses dalam sejarah.

Semenjak adanya film yang sangat melegenda tersebut, mulai banyak bermunculan kreatif-kreatif dari para penggemarnya. Salah satunya adalah Quentin Tarantino’s Wars yang merupakan karya film dari salah satu penggemar dari Star Wars. Dapat dilihat dampak dari adanya film Star Wars sangat melekat di hati para penggemarnya sehingga tidak salah apabila film ini dijuluki sebagai salah satu film terTOP dimasanya hingga sekarang.

Zaman dahulu media yang dipergunakan oleh masyarakat lebih sempit dibandingkan dengan sekarang. Hal itu dikarenakan perubahan pada teknologi komunikasi media massa sudah mengalami peningkatan dari masa ke masa. Dahulu, para peminat Star Wars hanya dapat mengkonsumsi film tersebut melalui tempat-tempat pemutaran film atau menonton dari penayangan serial di televisi. Beda halnya dengan masa sekarang mereka sudah sangat dipermudah semenjak adanya internet. Internet merupakan sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Dengan adanya internet, para penggemar film Star Wars dapat mengkonsumi melalui via streaming ataupun langsung mendowload sesuai dengan kehendak mereka. Selain itu mereka juga dapat memainkan games secara online agar dapat melakukan koneksi langsung dengan patner gamer yang lainnya.

Perubahan yang terjadi pada setiap dekade dapat kita lihat dari munculnya jaringan jasa penyedia musik yang bernama napster. Napster merupakan sebuah jasa file sharing yang didirikan oleh Shawn Fanning pada tahun 2000. Hal ini sangat mempermudah para pencinta musik dalam mengkonsumsi musik yang mereka sukai atau ingin berbagi lagu dalam bentuk Mp3 dengan cara yang mudah. Dengan ide kreatifnya tersebut, Napster telah meninggalkan jejak yang besar dalam dunia internet.

Awalnya situs ini merupakan situs pertama dari sitem file sharing peer-to-peer. Situs tersebut sangat digemari para masyarakat namun belum sempurna. Sistem dari Napster hampir sama dengan Instant Messaging. Walaupun IRC, Hotline dan USENET telah menyediakan layanan yang serupa namun Napster merupakan situs pertama yang mengkhususkan dirinya dalam format MP3. Keberanian Napster tersebut harusnya disesuaikan dengan situasi sekitarnya dalam dunia maya karena semua itu dapat memperluas kawasan atau mempermudah para pengguna yang ingin melanggar hak cipta (pembajakan).

Tepat pada bulan Juli 2001, seorang hakim telah mengeluarkan perintah agar Napster ditutup, demi mencegah atau mempersempit pelanggaran hak cipta yang sudah marak terjadi di masyarakat. Namun tepat pada tanggal 24 September 2001, kasus tersebut sudah di tutup dan dari pihak Napster menyetujui perjanjian untuk membayar hak pencipta lagu dan pemilik hak cipta sebesar US $26 juta sebagai ganti kerugian penggunaan musik yang lalu.

Selain Napster, perkembangan industri media digital juga mengembangkan televisi menjadi salah satu teknologi yang memiliki kemajuan sangat cepat. Tivo merupakan teknologi perangkat perekam acara di televisi yang pertama kali diperkenalkan di Amerka Serikat. Dengan teknologi ini para pengguna televisi tidak perlu merasa khawatir atau direpotkan lagi dengan jam tayang yang sudah dijadwalkan oleh stasiun tv. Sekarang para pengguna sudah bisa merekam acara tv yang mereka kehendaki, dimulai dari acara olahraga, film, sinetron, komedi dan masih banyak lagi. Kapasitas dari Tivo ini dapat merekam tanpa henti selama 80 jam, lamanya perekaman tergantung dari kualitas gambar yang ada.

Perangkat dari Tivo itu sendiri seharga US 350 Dollar/unit. Tetapi setelah pemasangan Tivo, Tivo tidak dapat langsung digunakan. Pengguna harus melalui proses pendafaran terlebih dahulu, ada dua tipe pembayaran yaitu US 12,95 Dollar/bulan atau US 299 Dollar selamanya. Semua itu tergantung dari pemilihan para pengguna. Yang pasti teknologi yang satu ini sangat membantu para pengguna dalam mengkonsumsi berbagai acara yang disajikan di televisi, segalanya menjadi lebih praktis dan efisien.

Kreativitas media industri terus mengalami peningkatan dan selalu mengedepankan teknologi-teknologi yang ada. Semua itu memerlukan dukungan dari para pengguna untuk tidak melanggar hak cipta serta turut menumpahkan ide-ide yang dipikir dapat turut mendorong perubahan teknologi itu sendiri agar menjadi lebih berkembang dan dapat ikut meningkatkan potensi diri para pengguna untuk dapat mengasah kreativitas mereka. Karena ikatan antara produsen (media industri) dan konsumen (pengguna) sangat bergantung satu sama lain sehingga diperlukan kerjasama yang baik diantara mereka.

Referensi :

http://www.newbinusmaya.binus.ac.id (artikelnya)

http://id.wikipedia.org/wiki/Star_Wars

http://id.wikipedia.org/wiki/Internet

http://id.wikipedia.org/wiki/Napster

http://id.wikipedia.org/wiki/TiVo